Pelantikan Pergunu Wilayah Jawa Tengah

SEMARANG – Minggu (15/4/2018), Pelantikan secara resmi Pengurus Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Provinsi Jawa Tengah masa khidmat 2017 – 2022 berhasil diselenggarakan dengan lancar di gedung Gradhika Bhakti Praja komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Hal ini merupakan tindak lanjut terkait pembentukan kepengurusan sejak dikeluarkannya surat keputusan pada tanggal 25 Januari 2018.

Dilansir dari Tribunnews.com, Faojin yang merupakan Ketua PW Pergunu Provinsi Jawa Tengah saat ditemui di sela acara mengatakan bahwa selama kepengurusan nanti setidaknya ada empat program yang akan diprioritaskan oleh Pergunu.

Pertama, penguatan organisasi dengan pembentukan pengurus di segela jenjang yang akan dilaksanakan oleh pengurus wilayah Jawa Tengah.

Mengingat guru yang berada dalam naungan Pergunu bervariasi mulai dari guru formal, guru di pondok pesantren, madrasah diniyyah hingga TPQ, maka langkah yang akan ditempuh yakni dengan membentuk pengurus mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga di setiap sekolah, madrasah, dan juga TPQ.

Dengan demikian, diharapkan jumlah guru yang termasuk Pergunu dapat diketahui secara pasti melalui data base yang didapat dari pendataan pengurus di segala lini.

Faojin menambahkan dalam wawancaranya bahwa jumlah data awal guru yang tercatat menjadi bagian dari Pergunu adalah di angka sekitar 41 ribu dan masih bisa terus bertambah.

Program kedua yakni mengenai peningkatan kompetensi guru menghadapi murid zaman milenial. Hal ini mengingat pentingnya perkembangan anak agar sesuai dengan kompetensinya sehingga karakter anak zaman sekarang sangat perlu untuk didesain dengan baik dan salah satu jalannya ialah dengan meningkatkan kompetensi guru.

Program prioritas ketiga adalah terkait dengan urgensi mengembalikan peradaban ala kultur Nahdlatul Ulama melalui penguatan paham keaswajaan, baik pada pengurus hulu hingga hilir.

Adapun program prioritas terakhir ialah advokasi terhadap guru, yang dalam hal ini akan dikembangkan oleh PW Pergunu karena peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru merupakan hal yang perlu dikawal dan dilayani dengan sepenuh hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *